Minggu, 07 Oktober 2012

THIS IS YOUR LIFE













_________________________________________________________
Open your mind, arms, and heart to new things and people.
We are united in our differences.

Some opportunities only come once.
Seize them.

Travel often.
Getting lost will help you find yourself.

LIFE IS SHORT.
LIVE YOUR DREAM,
AND SHARE YOUR PASSION.


Read More..

Rabu, 01 Agustus 2012

kita punya cerita masing-masing


Recommended,ketika membaca tulisan ini, ada baiknya jika sembari mendengarkan lagu “perahu kertas” by Maudy Ayunda. Biar hatinya balance, bisa sedikit cooling down mamen :D
———————————————————————————————————

Setiap kita punya cerita…
Lantas kenapa ada orang yang merasa lebih dari lainnya?
Bukankah “dewasa” tak mengenal usia?
Dan dengan menjadi tua, bukan berarti kita  “dewasa” .
Dan dengan menjadi tua, bukan berarti kita tahu segalanya.

_______________________________________________________________________

Andai kita mau belajar, bahwa planet yang kita tinggali ini, adalah satu dari 8 planet yang terdapat di dalam tata surya. Berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan Jupiter yang mencapai seribu kali lebih besarnya. Apalagi dengan matahari yang menjadi pusatnya. seperti tidak ada apa-apanya. Kalian tahu kawan, bahwa di galaksi Bima Sakti ini, tempat dimana tata surya kita berada, ada puluhan miliar planet yang mirip dengan bumi. Dan terdapat lebih dari 250 miliar bintang seperti matahari. Atau bahkan jauh lebih besar lagi. Andai kita mau mengerti, bahwa sungguh maha luas galaksi ini. sangat luas... Tapi apakah kalian tau, bahwa galaksi Bima Sakti ini, galaksi yang sungguh maha luas ini, ternyata hanyalah satu dari sekitar 350 miliar galaksi yang ada di jagat raya. Ya, itulah kenyataannya. Bahwa dengan luas hingga triliunan tahun cahaya, sungguh semesta ini tak ada batasnya. Tapi kenapa mereka yang pernah mendatangi beberapa tempat di Indonesia, mengunjungi Asia,Afrika, bahkan Eropa, merasa diri paling semua? Seperti telah melihat segalanya. Selalu berbicara, sampai lupa akan nikmatnya menjadi “telinga”.

Tak dapat disangkal, bahwa Elang sangatlah pintar dalam hal terbang.Elang mempunyai sayap yang melebar dan Cakar yang kokoh sehingga Elang Cekatan dalam mencengkram. Dan mahir perihal kecepatan. Tapi janganlah lupa, bahwa Elang tak punya insang. Elang tak bisa berenang. Dan Elang tak mampu untuk menyelam. Ia dapat menghitung tinggi sebuah gunung, tapi tak mampu mengukur dalamnya sebuah palung. Ia menjadi saksi keindahan apa yang ada di daratan. Tapi ia buta akan kemegahan isi lautan. Untuk itu, Elang harus berteman dengan Ikan. Elang harus bertanya kepada Ikan.

Jadilah Elang yang bijaksana. Elang yang mengerti, bahwa untuk bisa memperkaya diri, butuh sebuah usaha. Sebuah usaha dengan kerendahan hati, bukan kesombongan diri. Jadilah Elang yang cerdas. Elang yang memahami, bahwa gelas yang tinggi, akan selalu sulit untuk diisi. Bahwa hati yang beku, akan sulit untuk dimasuki ilmu.

ps: Well, saya pun masih terus belajar untuk bisa lebih sering menjadi telinga. Seperti kata orang bijak, bahwa telinga tak akan pernah menjadi harimau ataupun pedang bagimu :’)

Read More..

Jumat, 13 Juli 2012

Negara Hutan


Sebuah kisah nyata yang terjadi di sebuah Sekolah Dasar di desa Talang Mamak, Riau.

“Ini gambar siapa?” tanya reporter tv sambil memperlihatkan bingkai foto Presiden SBY.
“Bupati!”  jawab salah seorang murid perempuan dengan setengah berteriak.
Saya pun tidak bisa menahan tawa saya. Sangat menggelikan mengetahui bahwa ternyata masih ada rakyat yang tidak mengenal sosok presiden-nya sendiri. Hahaha…

“Kalo tulisan ini, “my darling”, apa artinya?” tanya reporter tv lagi sambil menunjuk ke sebuah tulisan yang terdapat pada sebuah halaman buku tulis kepunyaan salah seorang murid.
“My darling artinya datang kemari” kata salah seorang murid laki-laki dengan polosnya.
Saya pun kembali tertawa mendengar jawaban super konyol tersebut. Hahaha…
Tapi ah, tentu merupakan sebuah kewajaran jika mereka tidak mengenal bahasa inggris, karena untuk bisa membaca dan menulis pun sudah termasuk beruntung buat mereka.

Melihat kenyataan bahwa ternyata para murid tidak bisa menjawab dengan benar berbagai pertanyaan tersebut, sang reporter tv pun kemudian memberikan pertanyaan yang sangat mudah, yang bahkan anak Taman Kanak-Kanak pun pasti akan bisa menjawabnya.
“Sekarang kakak tanya, apa nama negara kita? Siapa yang mau jawab?”
Semua murid pun hanya diam…
“Ayo kamu, apa nama negara kita?” tanya reporter tv dengan lembut kepada seorang murid.
“Tidak tahu.” jawab murid tersebut.
Sang reporter pun kemudian mengajukan pertanyaan yang sama kepada murid yang lain.
“Apa nama negara kita, dek?”.
Murid itu pun terlihat gelagapan, mencoba mencari bantuan dari teman di kanan dan di kiri.
Sang reporter pun tersenyum, kemudian kembali bertanya dengan lembut.
“Ayo, apa? Kamu pasti tau kan nama negara kita? Apa nama negara kita?”
Kemudian dengan ragu-ragu, murid itu pun akhirnya menjawab, “Negara hutan!”
——————-

Salah siapa mereka tidak tahu nama negaranya sendiri?
Salah siapa mereka tidak mengenal sosok pemimpinnya sendiri?
Salah siapa? Siapa salah? Yang salah siapa? Siapa yang salah? Siapa?

Read More..

Minggu, 22 April 2012

very fast

Kenapa kita suka terburu-buru..?

Ketika kita SD,banyak dari kita yang menantikan masa-masa menjadi anak SMP.ingin segera mendapat teman-teman baru.igin segera merasakan suasana dan lingungan baru dan ingin terlihat cantik dan tampan dengan baju putih birunya.

Begitu juga ketika kita dimasa SMP, banyak dari kita yang tidak sabar untuk bisa segera merasakan menjadi anak SMA. Ingin tampak keren dengan celana panjangnya. Ingin terlihat cool dengan rok abu-abunya. Ingin segera dewasa agar bisa berpacaran layaknya anak SMA.

Lalu ketika SMA, kita tidak sabar untuk bisa segera merasakan menjadi anak kuliahan yang penuh dengan kebebasan.yang tidak perlu memakai seragam, yang bisa bersepatu putih,coklat, merah, yang tidak harus setiap hari pergi pagi, yang jika sedang malas belajar, bisa keluar kelas dengan bebasnya.

Dan kadang ketika kita masih kuliah,kita seakan merindukan indahnya punya keluarga,ingin mempunyai seorang anak yang seolah kita pulang bekerja dengan setumpuk pekerjaan yang memusingkan,setumpuk pekerjaan itu akan hilang dengan sendirinya.

“sekarang gw udah susah bisa ngumpul bareng kawan gw lg dit,ga bisa main gitar bareng,ga bisa nongkrong bareng,beda suasananya kalo udah berkeluarga gini”
(True Story from the acepkarmana person)


Kenapa kita suka terburu-buru..?

Bukankah hidup ini hanya satu kali?

Bukankah hidup ini harus dinikmati?

Dan nyatanya, banyak dari kita, yang ketika sedang menjalani masa sebagai anak kuliahan, ternyata merindukan masa-masa indah di SMA, ataupun masa-masa indah semasa di SMP dan SD.

Rindu suasana di kantin sekolah ketika jam istirahat pelajaran. Rindu dengan teman-teman masa itu, yang entah ada dimana mereka saat ini.Rindu akan canda tawa mereka.Rindu ingin kembali mengenakan seragam sekolah. Rindu berdiri di pinggir lapangan untuk melakukan upacara bendera.

Dan satu kenyataan pahit yang harus kita terima adalah, bahwa setiap detik yang telah berlalu, mau menangis darah sampai mati pun, tetap tidak akan bisa kita ulangi lagi.

Yess,time can not be played.

Betapa hidup ini berjalan begitu cepat.

Saya begitu merindukan teman-teman SMA saat ini,rindu akan suasana Asrama pada masa itu.Rindu akan solidaritas meraka,rindu akan kesederhanaan mereka,rindu akan canda tawa mereka,rindu akan kebersamaan mereka dan saya akan selalu ingat persis kejadian-kejadian kala itu, dan saya merindukannya.

Asrama people where are you?

Masa-masa sekolah,masa-masa kuliah, seberapa pun meletihkannya masa-masa itu, semua terjadi hanya satu kali.. there is no pause,no rewind,and no replay!!

Sebenarnya posting ini saya tulis karena saat ini saya sedang merindukan beberapa hal. Selain masa-masa SMA tadi, saya juga sedang begitu merindukan masa ketika kami satu keluarga besar berkumpul di rumah Nenek saya . Masa dimana ketika keluarga saya dari Bandung, keluarga dari Cimahi, dan keluarga dari Yogyakarta, semua berkumpul jadi satu. Seketika, rumah menjadi begitu ramai oleh anak dan cucu.

Anak-anak bermain kejar-kejaran. Para ibu berkumpul di dapur, memasak sambil asik mengobrol. Bapak-bapak pun tidak kalah serunya mengobrol di ruang keluarga sambil merokok.

Time move very fast

Tapi waktu terus berjalan,Ada jiwa baru yang lahir. Memberikan kegembiraan yang luar biasa ke tengah keluarga.

Namun ada pula jiwa yang pergi meninggalkan. Membawa duka mendalam bagi semua.

Kini, cucu-cucu yang dulunya ketika berkumpul bersama, mereka selalu bermain pasir di belakang rumah. Cucu-cucu yang dulunya ketika berkumpul bersama selalu bermain dengan kerbau dan berusaha keras untuk menaiki punggung hewan itu. Cucu-cucu yang dulunya suka bermain di pematang sawah, kini mereka semua sudah beranjak dewasa.

Permainan yang dahulu begitu digemari, tapi seiring bertambahnya usia, kini tak lagi terasa menyenangkan. Humor yang dahulu dapat memancing gelak tawa, kini bahkan tak lagi terdengar lucu.

Betapa hidup ini berjalan begitu cepat.Betapa hidup ini di penuhi dengan mistery.

Yess waktu tidak bisa diputar,dia berjalan begitu cepat,..sangat cepat.

Read More..